Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Saturday, 14 August 2010

Pelajaran dari Naruto



Berawal dari temen yg dulu mengikuti serial naruto akupun akhirnya ketularan. Dulu aku punya temen yg sering download dan mengikuti setiap episode dan sering sekali dia menonton di dekatku dgn speaker yg lumayan keras untuk bisa kudengar. Dan suatu saat aku ikut nonton. Dan rasanya kok menarik juga filmnya, akhirnya aku ikut2an mengikuti serialnya. Bahkan aku rela download sendiri filmnya.

Awalnya aku hanya sekedar seneng ngikuti seri2nya. Aku hanya tertarik dgn ceritanya belaka tak ada yang lain. Karena memang aku mari lumayan suka dgn film2 sperti itu.

Namun saat aku mengikuti serinya. Rasanya aku menemukan sesuatu yang baru dari sana. Sesuatu yang berbeda dari film2 yang lain. Tak jauh beda dgn upin dan ipin Ternyata begitu banyak pelajaran yg bisa dipetik dari sana.

Tak seperti film2 indonesia yg seolah menyuratkan pelajaran tapi banyak yang menyesatkan. Dan biasanya kalau ada pelajaran dikit2 ditonjolkan, bahkan aku sering merasa itu terlalu berlebihan. Beda dengan film naruto, dalam filmnye menyiratkan sejuta pelajaran yg tanpa kusadari. Dan bagiku yg seperti itu lebih mengena dari pada yg sering memunculkan ceramah, tapi alur ceritanya malah bertentangan dgn ajaran. Yg seperti itu yang aku maksud menyesatkan diawal tadi.

Dah langsung saja hal2 yg bisa kupetik dari film naruto.

Pertama. Dari tokoh utamanya naruto. Jurusnya gak begitu mutu hanya kage bulshin, rasenggan. Kayaknya kalah banyak dgn jurus dari ninja yg lain. Sharingan, byakugan, rinengan, dan jutsu2 keren yg lain. Pemikirannya pun juga masih kalah dgn shikamaru dll. Tapi kalau sudah muncul semangatnya, sampai pain yang menghancurkan konoha, membunuh kedua gurunya, jiraiya dan kakashi akhirnya mampu dia kalahkan. Dan ternyata seperti itulah kekuatan semangat.

Kedua sekolah.
Kalau dulu aku sempat mendengar ada orang yg mengidamkan dan menyatakan sekolah yang baik itu seperti sekolahnya Harry Potr. Karena bangunannya yg terlihat wah. Namun bagiku tak ada yang istimewa dengan sekolah harry potr. Kalau sekolah dipandang bagus hanya dari bangunannya bgiku bulshit. Apakah bangunan bisa lahirkan didikan yang bermutu?

Bagiku di konoha itulah cerminan sekolah yang keren. Selama ini aku belum tahu persis seperti apa bangunan sekolah konoha. Karena biasanya pelajarannya diadakan di alam terbuka. Bukan sekolah yang bagus yg menghasilkan didikan yg bermutu tapi pengajarnya.
Dari sistem pengajarannya, mereka tak pernah meributkan nama bukan hanya berdebat dgn nama KBK ataukah KTSP tapi yang penting prakteknya.
Di konoha menghargai kemampuan personal yang berbeda beda. Jadi pembelajarannyapun juga berbeda sehinggak jurusnya naruto, sakura, sasuke, shikamaru, masing masing unix. Meski sama-sama sekolah di konoha tapi kemampuan masing masing berbeda. Itulah keunggulan konoha bisa memahami kemampuan pribadi muridnya. Beda dgn skolah di Indonesia. Kalau lulusan dari SMA Putus harapan, pasti fokus yg dimiliki juga akan sama.
Mengapa konoha bisa seperti itu? Kita lihat sistem pengajarannya
Guru di konoha biasanya bisa totalitas mengajar murid-muridnya. Kedekatan, perhatian, dan pengertiannya membuat guru bisa menemukan keistimewaan dari murid2nya. Dan itulah istimewanya guru di konoha. Sehingga masing masing bisa fokus dalam bidangnya dan diberi pendidikan sesuai bidangnya.
Dan istimewanya lagi, gurunya bisa mengajarkan jurus yg dia sendiri juga tidak bisa melakukannya. Seperti asuma yg bisa mengajarkan jurus bayangan bada shikamaru. Padahal asuma sendiri tidak bisa melakukannya.

Maaf aku gak pinter menceritakannya. Kalau pngen jelas ikuti sndiri ceritanya.
Yg jelas menurutku sistem pendidikan disana adalah satu sistem yg ideal kalau bisa di terapkan di sini.

Dalam film ini ada organisasi yang bergerak di bidang kejahatan yang disebut akatsuki. Bahkan pain yg sbenarnya berniat membawa perdamaian juga bergabung di dalamnya. Itu karena mastermind bernama tobi alias uciha madara. Dia mampu mengubah kebenciannya terhadap kejahatan malah diperdaya untuk bergabung bersamanya. Dan malahan dia membunuh gurunya sendiri dan menghancurkan konoha. Makanya hati hatilah dengan sifat kebencianmu. Karena tanpa kita sadari mungkin ada yg memanfaatkannya untuk membelokkan jalan kita menuju jalan yang salah.

Dan bagian ini yg membuatku tertarik untuk menulis ini yakni pertarungannya dengan pain. Saat hendak menghancurkan konoha dia menjelaskan mengenai makna kebencian. Orang akan tahu apa makna pain setelah dia merasakannya. Perdamaian itu hanya ada di angan-angan. Orang yang selalu merasakan kasih sayang tak akan tahu makna pain. Dan akhirnya dia menghancurkan konoha. Ketika pain menyampaikan makna perdamaian ala pain. Menurutnya Perdamaian akan dicapai ketika ada yang berkuasa dan ditakuti. Sehingga para akan takut untuk melakukan kejahatan.
Maka dari itu pain berniat untuk menjadi yang paling ditakuti. Dan ingin mengembangkan jurus yg mampu menghancurkan satu negara sekaligus. Jadi ketika ada negara yang memicu perang, maka pain bisa dgn mudah memusnahkannya. Dan saat itu narutopun tak bisa menjawabnya dan pasrah dengan itu. Sampai hinata berusaha dengan sepenuh hati untuk menyelamatkannya sampai2 dia tak peduli dgn keadaannya. Bahkan sampai keluar darah yg dikira naruto itu adalah kematian hinata membuat kebenciannya memuncak dan kyubi mencapai ekor sembilan saat itu. Tapi alaran hinata disensor, (tidak mendidik).
Sebenarnya saya sepakat dengan konsep perdamaian ala pain untuk diterapkan di Indonesia. Demokrasi seolah memberi kesempatan setiap orang untuk memperoleh hak yang sama. Namun rasanya orang Indonesia kurang begitu bijak untuk menerima sistem dmokrasi. Shingga bukan prdamaian yg tcipta tapi malah ego manusia, keinginan yang tak berujung itulah yang muncul. Seandainya di Indonesia konsep keadilan ala pain bisa diterapkan mungkin Indonesia bisa lebih baik. Itu versiku tapi.
Sampai episode terakir yang tak tonton, belum ada jawaban yang jelas dari naruto untuk mematahkan argumen pain. Yang ada baru pernyataan bahwa setiap kebencian hanya akan melahirkan kebencian yang lain. Dan jika itu dibiarkan, maka rantai kebencian tak kan pernah berakhir. Maka dari itu, naruto berniat mengurungkan kebenciannya dan mendiskusikan baik2 dengan pain tentang makna dari perdamaian itu sendiri. Dan sayangnya hasilnya sekarang belum keluar, msh menunggu episod berikujnya

Selengkapnya...

Kebingunganku dalam organisasi dan kepanitiaan



Sebenere selama di bangku kuliah sudah berkali-kali mengikuti acara upgrading dalam organisasi-organisasi yang pernah aku ikuti. Namun hanya seperti biasa semua itu kuanggap sebagai formalitas belaka. Aku tak pernah memikirkan apa materinya, yang penting seneng-seneng saja, karena aku pikir semua itu bakalan gampang pada waktunya.

Dan sekarang aku bingung. Kalau dalam struktur organisasi, mungkin sudah jelas landasan hak dan kewajiban serta koordinasinya, semua sudah jelas di AD ART dan GBHO. Tetapi dalam kepanitiaan aku tak tahu, apa hak dan kewajibanku. Apakah aku berhak untuk memutuskan hal ini hal itu. Dan bagaimana sistematika menentukan keputusan, semuanya serba nggak jelas. Belum lagi mengenai garis koordinasi. Semuanya serba membingungkan tuk dipikirkan.

Biasanya semua itu dijalankan atas dasar perkiraan (setahu saya) tak pernah ada panduan yang jelas mengenai semua itu. Dan permasalahannya sama-sama kata ketupat bisa saja melahirkan hal yang berbeda dalam benak orang yang berbeda. Sehingga menghasilkan perkiraan yang berbeda.

Dan inilah pendapatku mengenai kepanitiaan.

Ketika aku bingung dalam organisasi ataupun kepanitiaan, aku selalu menganalogikannya dengan tubuh manusia. Karena aku rasa dalam tubuh manusia itu sudah terorganisir dengan sempurna. Dan berikut analogiku.

Dalam tubuh manusia semua kegiatan dikoordinir oleh otak dalam kepala. Artinya segala sesuatu aktivitas organ tubuh manusia diperintahkan oleh otak. Dari sini aku maknai bahwa dalam organisasi itu harus ada koordinator utamanya yaitu ketua. Dan bagian-bagian tubuh yang lain itu bertanggung jawab melaporkan apapun yang terjadi padanya. Misalkan kaki menginjak duri, maka dia akan melaporkannya pada otak. Begitu pula dgn setiap sie bertanggung jawab melaporkan apapun yang terjadi kepada ketupat.

Ketika kaki kita kelelahan saat mendaki gunung, namun otak masih menginginkan untuk tetap berjalan, maka kakipun wajib menaatinya. Artinya dalam setiap penentuan gerak(kebijakan) semuanya berpusat pada ketupat. Masing masing sie berkewajiban melaporkan keadaan serta menyampaikan pertimbangannya, tapi pengambilan keputusan akhir tetap menjadi hak dari ketupat. Sehingga menurutku tidak salah ketupat menentukan kebijakan B padahal semua panitia yang lain memilih A.

Dalam tubuh ada dua jenis gerak, gerak biasa dan gerak reflek. Jadi disamping alur penentuan keputusan seperti sebelumnya, disaat mendesak, sie juga
bisa menentukan keputusan sendiri. Namun setelah itu wajib melaporkan hasilnya kepada ketupat.

Dan yg masi bingung lagi saya, mengenai posisi SC. Kira2 bagian apakah SC itu? Menurutku SC itu adalah teman dekat. Jadi sc itu sudah diluar bagian tubuh kita tadi. Tetapi dia masih peduli dgn kita. Sehingga sc geraknya hanya sebatas memantau keberlangsungan panitia dan memberikan masukan pada ketupat, bahkan memarahinya. Dan SC juga menjadi tempat sharing ketupat dalam penentuan kebijakan.

Namun semua itu bukanlah yg paling benar. Aku tak punya pedoman. Kalau ada pendapat yg lebih baik nggeh tafadol


Selengkapnya...

Thursday, 29 July 2010

Kriptografi atau analisis ya.........?????



Saat emnjalani rutinitas harian di kammpus, ternyata beberapa temen-temenku sudah mulai memikirkan mengenai Tugas Akhir Mahasiswa alias skripsi. Padahal aku sendiri belum sadar sudah sejauh mana kuliahku, aku masih belum merasakan sense of kuliah (walah bahasa planet mana tuh). Meski kondisi kuliahku masih belum mapan, naamun yah karena temen-temen ada yang berpikir masalah skripsi, ya iseng-iseng ikut pikir.


Setelah sesaat aku pikirkan, rasanya aku pingin ambil skripsi mengenai analisis saja, seperti membuat theorema, membuktikan suatu kebenaran dll. Karena aku rasa aku sering sekali mempunyai pemikiran yang berbeda dengan teman-teman, bahakan kadang dengan dosen.sehingga banyak kemungkinan akan muncul pemikiran-pemikiran baru yang dapat dituangkan dalam suatu theorema, yang kelak bisa digunakan untuk mempermudah suatu pengerjaan (tau malah menjadi perkerjaan orang yang kurang kerjaan (karena malah bikin susah tak tahu aplikasinya).

Dan ketika aku coba bandingkan antara kemampuan logis dan hafalan aku rasa logikaku lebih kuat dari pada hafalanku.namun ernyataan ini hanya berdasarkan asumsi belakan. Aku lebih suka sesuatu yang lebih terpula, jelas dari mana asalnya dan semuanya serba sistematis. Meskipun kalau dalam kenyataan aku tidak seperti itu, karena aku sering mngingkari hatiku hanya untuk kesenangan saat itu saja. Dari sini aku rasa semuanya sangat cocok untuk mata kuliah analisis.

semester ini aku baru ambil mata kuliah kriptografi. Dan tidak tahu kenapa seolah ada ketertarikan tersendiri, antara kesukaanku dengan sesuatu yang bisa dilogika dengan hoby dengan hal-hal yang berbau komputer menyatu membuatku tertarik padanya.

Dan pada saat kuliah terakhir, dosenku mengajarkan mengenai pengiriman kode rahasia dengan menginclude kan dalam suatu file. Secara kasat mata itu tak akan terlihat perbedaanya. Dan katanya itu merupakan topik yang menarik untuk skripsi. Kemari ada kakak angkatan yang skripsinya mengenai kriptografi, namun ada beberapa kekurangan, kelak topik tsb bisa disempurnakan untuk Skripsi juga. Seolah jlan semakin terbuka luas untuk skripsi mengenai kriptografi

Di pertengahan kuliah dituntukkan dua judul filem yang berhubungan dengan kriptografi. Mercury rising dan beautiful mind. Akupun langsung searching di internet untuk mendapatkan filem tersebut. Setelah sekitar 3 hari download, aku menikmati filem berbahasa inggris yang tak ada terjemahannya ini. Meski tak paham apa yang dikatakannya, namun paling tidak ada gamabaran alurnya.

Dan setelah selesai, kedua filem itu aku mendapatkan pandangan yang berbeda, dari tokoh utamanya keduanya merupakan orang yang aneh, tapi tak apa menjadi orang yang dianggap sebagai orang yang aneh, namun yang membuatku ingin berubah pikiran, yakni dalam filem itu digambarkan ahli kriptografi itu hidupnya tak tenang. Karena menyangkut keamanan negara.

Sekarang pikiranku dalam percabangan, analisis yang masih belum punya topik yang jelas, atau yang sbenarnya juga topik yang sama namun lebih khusus yakni kriptografi yang sudah ada gambaran topik, namun.....

Untuk yang membaca tulisan ini saya mohon bantuannya untuk memberi pertimbangan.

Selengkapnya...

Monday, 26 July 2010

Allah selalu memberikan rizki untuk Hamba-hambanya



Subhanallah. Ternyata Allah sayang kita..... Ternyata Allah Cinta Umatnya..... ya lagu itu sering aku dengarkan beberapa waktu lalu dari salah satu grup nasyid yang kebetulan aku lupa apa nama nasyidnya (akukan pelupa). Namun tak ada yang spesial dari suara alunan nasyid itu menurutku.
Namun kemarin aku mendapatkan pengalaman yang luar biasa berharga. Benar, sungguh luar biasa. Begini ceritanya.


Aku disini digambarkan sebagai orang yang memiliki kemampuan manajemen yang sangat buruk. Aku bukan tipe orag yang pandai memanajemen waktu, pikiran, bahkan keuanganpun aku asal-asalan memanajemennya.

Karena selalu asal-asalan memanajemen keuangan. Akhirnya uangku habis, tinggal ada uang receh-rech SHU dari usaha kecikecilanku dan itupun tak pernah aku bawa dan kemarin pegang uang 20.000 kebetulan pas lagi keluar mau cari makan dititipi temen untuk sekalian belikan sabunseharga 8.500. padahal itum asih aku pakai makan sehingga mulai kemarin posisi gak pegang uang sama sekali.

Namun, meski ga pegang uang, ternyata perut gak mau kompromi, rasa lapar tetep menghampiri. Saat pagi, siang , sore rasa lapar masih bisa ditepis dengan kebersamaan dengan teman-teman. Canda, tawa, dan semua dalam kebersamaan melupakanku akan tuntutan perutku.

Namun ketika hari beranjak malam, akhirnya semua tak terelakkan. Tak ada lagi yang bisa dilakukan selain pasrah dan memandangi galon yang berisi air setengah penuh. Dengan harapan air galon bisa mengisi perutku ketika mulai protes. Dan aku berusaha untuk melupakan tuntutan perutku terus memandangi wajah 14 " nya, yang biasanya selalu menemaniku disekian banyak waktuku.

Meski keadaan seperti itu, namun aku harus survive salama satu bulan itu tekadku. Karena sebentar lag puasa sudah tiba, maka bukan barang tidak mungkin untuk tetep bisa bertahan selama satu bulan tanpa pegang uangpun. Karena biasanya banyak masjid yangmenyediakan buka bersama (Subhanallah sum'ah).

Lamunanku terpecah saat ada satu pesan masuk di fesbuku. ada yang tanya-tanya padaku, yah biasa nada-nada basa basi. Lagi dimana dengan siapa sedang berbuat apa (yolanda). Dan subhanallah sekali, ternyata dia mau ngajak makan dan yang bayarin dia. Alhamdulillah. Dan keesokan siangnya, tiba-tiba ada juga yang ngajakin aku makan juga. Alhamdulillah.

Dan yang paling tidak aku sangka-sangka sebelumnya, yang memang sangat luar biasa sekali yang sangat subhanallah sekali, adalah tiba-tiba tak tahu apa alasannya ada sesorang yang memberiku uang sebanyak 50.000. Tak terpikir aku punya sebanyak itu, bahkan aku punya uang 3.000 aja aku sudah senang, yang penting ada untuk sehari itu lah ga masalah makan sehari sekali 3000 aja cukup untuk makan di warung biasa. Yah mungkin itu jatah yang diberikanNya untuk satu bulan kedepan.

Dan kini baru kusadari, lagu yang didepan, memiliki makna yang luar biasa. Twernyata Allah sayang kita.... Ternyata Allah cinta umatnya...... Bahkan orang yang tidak peduli dengan nasibnya sendiri saja masih diberi rizki yang cukup menjalani hidupnya.

NB: cerita ini diambil dari kisah nyata, namun dengan banyak dramatisir, namun dengan inti yang insya allah hampir sama. Anda boleh untuk tidak percaya cerita ini, namun anda harus percaya bahwa Allah sayang kita dan Allah cinta umatnNya.


Selengkapnya...

Wednesday, 17 June 2009

Plan Action Evaluation


Tak terasa begitu jauh waktu meninggalkanku. Seandainya kutahu dimana letak poros waktu, aku akan mendatanginya untuk memutarnya kembali ke masa laluku. Aku ingin belajar lebih, lebih, dan lebih banyak belajar lagi.

Yah mungkin hanya kata-kata itulah yang bisa keluar dari mulut bauku ini, yang hanya bisa meminta belas kasihan orang lain. Mulut yang hanya bisa melampiaskan penyesalan pikiran yang tanpa ada usaha untuk menyelesaikannya.

Ketika aku bercermin pada kehidupanku, tiada yang aku lihat selain kehidupan yang serba acak-acakan, tanpa arah. Meski jika menurut pandangan orang lain begitu banyak kesuksesan yang pernah aku dapati, namun semua itu ternyata hanya semu. Tak ada peranku yang melahirkan kesuksesan itu. Kalau dulu mungkin aku terlihat berprestasi, namun ternyta tak sedikitpun peranku ada disana. Orang-orang melihatku sukses dibangku sekolah, namun kini baru terpikirkan olehku, aku terlalu terhanyut dalam pujian yang tak seharusnya kudapatkan.

Kehidupanku kian tak berarah, aku melakukan sesuatu hanya berpangkal pada keinginanku saat itu juga. Yah benar dulu aku berpendapat bahwa hidup itu seperti air yang mengalir, kita ikuti saja kemana arus membawa kita pergi. Tak peduli kemana arus akan membawa kita, entah pada tujuan kita ataukah menjauh dari harapan. Yang jelas pokoknya suatu saat aku pasti akan tiba di laut. Yah mungkin seperti itu pula diriku, pokoknya mengalir saja mengikuti arus kehidupan, hingga tib asuatu saat waktunya untuk mati. Jadi sebenernya itu sama saja dengan orang yang tak berprinsip. Dikatakan air mengalir hanya biar seolah-olah saj aaku punya prinsip, namun faktanya... Aku tak punya pegangan hidup, karena meski aku bilang punya prinsip air mengalir, namun airku tak berarah. Jadi sama aja alias sami mawon.
Padahal dulu semasa aku masih kecil, aku sempat mendapatkan nasehat dari seseorang, dalam moment yang cukup sakral pada waktu itu, beliau memberikan wejangan padaku "Kamu itu harus punya Prinsip." Padahal dulu aku juga menjawab iya pak, namun sampai sekarang, aku masih tak menggubrisnya.

Hingga suatu saat aku terfikir (terfikir lho bukan berfikir, artinya tidak sengaja hehehe) teringat masalah itu, dan aku tersadar bahwa prinsip yang aku anut ini tak akan mengantarkanku pada tujuanku. Sehingga aku mencoba mencari cari bagaimana yaa... caranya agar aku bisa sukses??? Lalu aku coba lihat-lihat sekitar, browsing-browsing pikiran, dan ternyata aku mendapatkan gambaran baru untuk menjalani hidup. Yakni seperti orang yang memanah, yakni kita harus memiliki sasaran yang jelas, dan kemampuan memanah yang bagus, baru kita bisa untuk melepaskan anak panah kita. Dan setelah anak panah dilepaskan, kita juga lihat apakah panah kita mengenai target yang kita bidik. Jadi dalam hidup kita itu harus menentukan tujuan kita, dan kita harus arahkan langkah kita ke tujuan kita. Dan pada klimaksnya kita harus melaksanakan segala rencana kita. Dan pada akhirnya kita harus mengecek apakah usaha kita sudah mencapai tujuan.

Dan suara slogan himounan mahasiswa jurusanku yang kadang mengganggu telingaku, ternyata kalau dipikir-pikir memiliki makna yang bagus, juga. Dan mungkin kata-kata ini sudah tak asing lagi di telinga teman-temn yang sejurusan denganku. Yakni, "Think-Plan-Action". Agak berbeda denagan jargon periode-periode sebelumnya, pimpinan HMJku mampu menanamkan jargon ini kepada pengurus-pengurusnya. Sehingga semua pengurus turut memiliki jargon itu dan tak jarng terucap oleh mereka.

Dan ketika aku tak tahu kesurupan setan mana, tiba-tiba aku tertarik untuk mendalami jargon itu. Ternyta sungguh luar biasa maknanya Think itu artinya pikirkan, plan itu artinya rencanakan, dan action itu artinya Laksanakan (mungkin kalau tidak salah). Jadi pertama kalai ketika kita ingin melakukan sesuatu, adalah pikirkan apa yang akan kita lakukan dan apa yang kita inginkan. Setelah kita punya gambaran apa yang akan kita lakukan, kita rencanakan bagaimana caranya. Setelah kita punya rencana yang matang pada puncaknya adalah Laksanakan.

Namun ketika aku coba compare dengan pandanganku sebelumnya, ternyata ada satu bagian yang kurang. dalam jargon HMJku itu semuanya berakhir di pelaksanaan. Tentunya temen-temen sudah tahu kan apa yang kurang di sini??? Yak benar disini tidak dicantumkanevaluasi. Jadi aku mencoba sedikit memodifikasinya. dan setelah aku fkir-fikir kembali, mungkin Think dan Plan Bisa dirangkum menjadi satu, karena aku rasa memikirkan itu sudah include dalam merencanakan. Dan akhirnya jadi deh

PLAN _ ACTION _ EVALUATION

yah itu mungkin yang akan menjadi mottoku kali ini.
Dan untuk tindakan rielnya, seperti saran yang diberikan oleh mas fika, aku harus mencatat hal-hal yang telah aku lakukan selama sehari ini (tentunya hal-hal penting saja) sebagai evaluasiku untuk sehari ini. Dan aku harus menuliskan apa yang harus aku lakukan besok sebagai rencanaku untuk hari esok.


Semua itu memang butuh komitmen yang kuat. Jangan berputus asa ketika rencana yang kau siapkan gagal. Paling tidak kita sudah berhasil merencanakan hari esok. Dan untuk bisa atau tidak, semua itu kembali pada komitmen kita.

Semangat!!!!

Selengkapnya...

Untitled

seribu satu alasan bisa digunakan untuk menjadi pembenaran dari kesalahan yang kita lakukan, tapi hati nurani kitalah yang akan tau benar atau salah sesuatu yang kita perbuat itu.... Selengkapnya...

Tuesday, 5 May 2009

Bagaimana cara berinteraksi dengan lawan jenis???



Kartini dengan emansioasi wanitanya, seolah mebuka portal pemisah antara lingkungan ikhwan dan akhwat. Jikalau dahulu biasanya yang memiliki kebebasan penuh untuk mengarungi samudra kehidupan, bebas melangkahkan kaki kemanapun tanpa batas hanyalah dari kaum adam saja karena memang pada zaman dahulu katanya derajat wanita benar-benar dianggap rendah, bahkan saya pernah denger kalau wanita itu layak untuk diperjual belikan. Namun semenjak pembelaan kartini terhadap hak-hak wanita, kini semua seolah sama.

Semenjak hari itu kehidupan wanita mulai terangkat. Dan dalam segi kehidupanpun juga banyak yang berubah. Pola hidup, gaya hidup dan pergaulan, semuanya menjadi jauh berbeda. Jikalau dulu kaum wanita ketika mencapai umur sekitar sepuluh tahunan lebih dikit, maka mereka mulai dipingit (tidak boleh keluar rumah), sedangkan sekarang umur berapapun jam berapapun tak ada batasan untuk berkeliaran.

Disatu sisi memang benar dari emansipasi wabnita dpat meningkatkan harkat, derajat dan martabat wanita. Namun dalam perubahan entah sekecil apapun, tentunya ada dampak negatif yang mengiringinya. Dengan adanya emansipasi tersebut menjadikan dunia menjadi lebih berwarna, karena yang semula duni luar hanya untuk kaum pria, kini kaum wanita juga ada disana.

Karena ikhwan dan akhwat sudah disamakan, maka berbagai bentuk kegiatan sehari haripun mulai diperuntukkan pria dan wanita. Dan akhirnya berkembang ke pekerjaanpun juga mulai menyatu dan semua aspek kehidupanpun juga seolah tak ada batas antara laki-laki dan perempuan.

Karena serasa sudah tak ada lagi yang membatasi kehidpan, maka dalam pergaulanpun bisa lebih leluwasa untuk berinteraksi dengan semua orang, baik dengan sesama maupun dengan lawan jenis.

Yah pada awalnya gak masalah sih, karena aku pikir kalau toh ada perasaan antara lawan jenis itu kan normal manusia, kalau kalau suka ma sesama jenis wahhh itu yang perlu dipertanyakan. Yah sejuta hantaman persepsi yang terus dikampanyekanoleh pemuja kebebasan yang tak terarah itu seringmeracuni. Sehingga seolah tak ada masalah meski seperti apapun kita berinteraksi dengan sesama maupun lawan jenis tanpa ada batasan apapu.

Namun kebetulan aku dulu waktu SMA gabung di ROHIS, jadi meskipun sedikit hati ini sudah terisi dengan pengetahuan yang benar, bahwa sebenernya mengumbar syahwat itu dilarang dalam ISlam, dalam artian men"cinta"i lawan jenis yang bukan mukhrimnya ituharam hukumnya. Namun itu baru sangat sedikit terasa dan masih sering aku acuhkan. Dan alhamdulillah, Allah mempertemukan aku dengan orang-orang yang luar biasa dikampusku, sehingga bisa menambah pengetahuanku.

Sebenere aku sebel banget, kenapa sih di sini kok ada peraturan uyang aneh sekali, masa melihat rapat aja harus ditutup dengan hijab, gimana mau rapat kalau tidak tahu yang kita ajak rapat. Dan kalau bertemu di luar masa disuruh menundukkan pandangan, bagaimana kita tahu seperti apa lawan jenis kalau kita harus menunduk??? Masa karena beda jenis kelamin dilarang bersalaman. Masa mau SMS saja karena sudah lebih dari jam delapan sudah tidak boleh, padahal aku mau SMS yang sangat penting banget nih. Apa lagi kalu mau dateng ke kostnya. Bahkan aku sempet dimarahin gara gara dateng ke kost akhwat lebih jam delapan lebih sedikit saja. bahkan dihari biasapun disuruhmembatasi interaksi. Peraturan macam apa itu??? Dari mana peraturan itu adanya??? Dan ternyata akata salah seorang temenku, salah satu peraturan itutu datengnya dari eNHa, wahhh... apa haknya kok menyebarkan selebaran yang isinya seperti itu. Yah seperti itulah isi pernyataan dari "My evil Think".

Kini aku mulai tersadar betapa bahayanya maata ini ketika berinteraksi dengan lawan jenis. Karena konon katanya didalam mata kita ini terdapat panah iblis. Jikalau panah manusia masih bisa meleset untuk mengenai sasarannya, maka panah iblis tak pernah meleset membidik sasarannya. Jadi tak salah kalu ada yang mengharuskan untukberhijab ketika rapat. Dan itu pula sebabnya mengapa kita dihimbau untuk menundukkan pandangan.

Dan mengapa kalau selepas jam delapan itu dilarang ada interaksi dengan lawan jenis??? Karena ketika hari beranjak malam, maka pemikiran-pemikiran negatif akan mulai merasuku pikiran, dan biasanya pemikiran itumengalir tanpa kita sadari. Dan itulah sebabnya semua interaksi dengan lawan jenis harus diputus dimalam hari. Namun kenapa jam delapan sampai sekarang aku juga belum tahu, namun syiqoh aja lah.... hehehe.

Dan kenapa lawan jenis itu dilarang untuk bersalaman??? yah itu dengan alasan yang sama, karena dari pandangan saja bisa turun ke hati katanya. Padahal itu masih belum ada kontak langsung. Lalu bagaimana kalau itu sampai ada kontak langsung, meski hanya lewat telapak tangan, wahhh pasti pengaruhnya jauh lebih dahsyat. Maka aku temukan jawabannya mengapa dilarang bersalaman dengan lawan jenis.

Dan mengapa kita tidak boleh berinteraksi yang berlebiahan dengan lawan jenis, dalam artian secukupnya saja. Karena tentunya sudah tahu fitrah manusia bukan??? kalau sudah menikah sih bukan masalah, namun kalau belum menikah, bisa berbahaya.

Dan yang tidak bisa dilupakan, mengapa ada yang mengatakan kenapa suara wanita itu juga menjadi aurat??? Karena memang dari suarapun juga dapat memancing syahwat.

Mungkin ada beberapa orang yang tidak sepakat dengan tulisan saya, ya tidak apa-apa, karena dulu saya juga tidak sepakat dengan peraturan-peraturan itu.

Namun alhamdullillah Allah masih menuntunku ke jalan yang lurus. Lewat kehidupanku, Allah mengingatkanku bahwa peraturanku akan mengantarkanku pada jalan yang lurus.

Subhanallah. Terima kasih yaa Allah atas segala petunjukmu, bimbinglah hambamu yang masih goblok ini. Dan rekan-rekan mohon bimbingannya ya.

Selengkapnya...

Saturday, 2 May 2009

Pandangan Hidup Baru


Beberapa waktu yang lalu, aku aku tuliskan mengenai pandangan hidup menurutku. Ya benar seperti orang yang bermain arung jeram. Jadi ada kalanya kita harus mengikuti arus dan ada kalanya kita harus melawan arus untuk mencapai tujuan yang kita harapkan. Seperti itulah secara umum pemaknaanku terhadap kehidupan. Dan untuk lebih jelasnya bisa dibaca dipostinganku yang sebelumnya.

Begini sebenarnya cerita selengkapnya mengenai pandanganku terhadap makna kehidupan. Dulu aku berpendapat bahwa hidup itu seperti air yang mengalir. Jadi kita tinggal ikuti saja ketentuan-ketentuan yang telah Allah siapkan untuk kita. Jadi aku tinggal nurut aja kemana tubuh ini akan membawaku pergi.

Kenapa kita harus bersusah payah, hidup ini sudah ada yang mengatur, semua tentang kehidupan kita ini sudah digariskan oleh Allah Yang Maha Kuasa, mulai kita menuju dunia sampai kita meninggalkan dunia yang fana ini. Jadi kenapa kita harus bersusah-susah. Dan lingkunganpun sudah mendukung untuk melakukan kebaikan. Jadi pokoknya aku tinggal mengikuti arus kehidupan dan kemana langkah kaki ini membawaku mengarungi kehidupan.

Ketika pertama kali aku pijakkan kakiku di kampus, sepertinya taka da bedanya antara di rumah dan dikampus. Semuanya terasa sama dan sama tak ada perbedaan sama sekali. Dari temen-temen, dari organisasi dan semuanya tak jauh berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, tiba-tiba ada yang aneh dengan diriku. Aku merasa ada sesuatu yang menyimpang dalam diriku. Aku yang dulu mulai TK sampai SMA minimal gelar siswa berprestasi selalu mebesarkan hatiku, kini nama itu sudah sirna entah kemana. Dan yang membuatku lebih takut adalah rasanya semakin hari semakin berat saja untuk beribadah. Bahkan kadang sholatpun mulai terasa berat.

Jika aku hanya mengikuti arus kehidupan saja, jika aku hanya mengikuti kemana kaki ini membawaku. Maka cepat atau lambat, entah aku sadari ataupun tidak suatu saat aku akan terjatuh. Dari situ aku baru sadar ternyata air sungai itu tak selamanya mendatar, ada akalanya berarus, ada kalanya tenang dan ada kalanya aliran itu melewati air terjun. Sehingga kalau aku hanya mengikuti kemana arus air membawaku, maka aku akan terjatuh di suatu air terjun.

Sehingga muncul pemikiran baru dalam diriku. Berarti hidup ini tak bisa hanya mengikuti arus air saja, hidup ini harus kita arahkan, bukan kita mengikuti arus yang ada, kita harus megarahkannya sendiri. Memang kadang kita bisa ndengan tenang mengikuti arus yang ada, namun tak selamanya rus itu akan membawa kita pada tujuan kita. Jadi ada kalanya kita harus menentang arus dan ada kalanya kita dapat mengikuti arus yang ada. Jadi ketika arus itu mulai membawamu pada arah yang menjauh dari tujuanmu, maka kamu harus berjuang dengan keras untuk melawan arus itu.

Semenjak itu aku punya pandangan baru, bahwa kehidupan itu adalah seperti orang yang bermain arung jeram. Jadi ada kalanya kita untuk mengikuti arus yang ada dan ada kalanya kita itu harus melawan arus yang ada demimenuju tujuan kita. Dan pandangan itu tertanam kuat dalam benakku dan ketika mendapatkan permasalahan dalam kehidupan itu seringmenjadi analogiku.

Namun ketika aku menggambarkan kehidupan dengan orang yangbermain arung jaeram, ternyata masih ada yang kurang lagi. Orang yang bermain arung jeram masih kesusahan untuk menentukan arah mana yang akan diikuti, karena kita masih belum tahu medan yang seperti apa yang bakalan kita lewati. Sehingga rasanya masih kurang kalau aku hanya menganalogikan kehidupan ini seperti orang yang bermain arung jeram.

Pemikiran itu muncul karena beberapa kali diskusi yang aku lakukan dengan beberapa saudara-saudaraku yang lebih tua dan saudara sebaya. Dan kemarin waktu liqo', aku ditanya oleh murabbiku, apakah ada sebagian dari kita yang pernah mendatangi seminar enterpreunership??? Dan biasanya bagaimana isi seminar itu??? karena belum ada yang pernah mengikuti, akhirny dijelaskan langsung oleh murabbiku. Bahwa biasanya dalam acara-acara seminar seperti itu bahwa orang-orang yang sukses itu biasanya menentukan tujuannya, menentukan goal settingnya, baru setelah itu menentukan tahap-tahap yang harus dilalui. Dan kemarin waktu liqo' kebetulan materinya juga berhubungan tentang perencanaan. Dan dari situ aku mendapatkan pelajaran bahwa hidup ini harus terarah dan punya tujuan yang jelas dan terencana.

Dan akhirnya aku temukan pandangan hidup yang baru. Menurutku hidup ini adalah seperti orang yang memanah burung yang sedang terbang. Mengapa???

Burung yang sedang terbang sudah barang pasti kalau tidak akan berhenti di tempatnya saja. Meskipun terkadang ada burung yang terbang ditempat. Dan dilangit biasanya tak hanya ada satu burung saja. Burung yang terbang menggambarkan segala sesuatu yang kita inginkan, menggambarkan tujuan-tujuan kita. Meski kadang ada burung yang berhenti di tempat namun biasanya burung kalau terbang itu tak hany adiam di tempat. Jadi meskipun terkadang sesuatu yang kita inginkan dapat kita capai dengan cara yang sama dengan orang di sekitar kita, namun tujuan kita akan mengalami dinamisasi, sehingga kalau dulu untuk mencapai tujuan kita bisa menggunakan cara A, maka disaat yang lain belum tentu bisa digunakan cara yang sama. Burung yang banyak dilangit menggambarkan bahwa keinginan kita tak hanya satu dan kita harus fokus untuk memilih yang mana yang akan kita ambil dan mana yang bakalan kita korbankan. Jadi dari situ menggambarkan bahwa harus ada tujuan yang jelas.

Dan ketika berbicara memanah butung yang sedang terbang, tentunya terbayang betapa susahnya utnuk melakukan itu. Lawong pakai senapan saja belum tentu bisa apa lagi harus pakai panah. Jadi diperlukan kemampuan yang luar biasa untuk bisa melakukannya dan tentuny ajuga memerlukan planning, latihan dan .... tentuny abanyak sekali yang harus kita persiapkan untuk bisa melakukan itu. Untuk menggapai tujuan itu juga membutuhkan perjuangan yang sangat keras pula. Dan butuh perencanaan untuk menggapainya.

Jadi kesimpulannya, bahwa manusia itu memiliki banyak sekali keinginan-keinginan yang ingin dicapai. Maka dari itu kita harus fokus, menentukan yang mana yang akan kita tuju, yang mana yang akan kita ambil, dan yangmana yang akan kita korbankan. Setelah punya target yang jelas, maka kita harus bisa memperkirakan, menggambarkan bagaimana keadaan saat kita melepaskan anak panah kita pada tujuan kita. Sehingga apa yang kita inginkan bisamenjadi kenyataan.
Selengkapnya...

Tuesday, 28 April 2009

Ternyata Allah Maha Bijaksana


"Dan Dia-lah Allah Yang tidak ada Tuahan (yang berhak disembah) selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Dia-lah Allah Yang tidak ada Tuahan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Mahasuci, Mahasejahterah, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Mahamemelihara, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang memiliki segala Keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan, Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang mempunyai nama-nama yang paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (Al-Hasyr: 22-24).

Kutipan ayat diatas memberikan jawaban dalam perenungan kisahku.

Ketika aku merenugi keadaanku, aku merasa aneh, merasa seneng dan banyak merasa sebelnya, karena ketika aku senang maka Allah datangkan cobaan padaku. Ketika aku mulai merasa putus asa dengan keadaanku, maka Allah mendatangkan setitik harapan untukku. Kenapa ya seolah Allah mempermainkanku, memberikan aku stitik harapan dan kemudian menjatuhkan kembali diriku dalam kesulitan???

Yaa Allah kenapa kau timpakan kesulitan ini pada hambamu yang lemah ini???

Pemikiran itu sekian lama meracuni otakku, sangat lama, bahkan sangat lama sekali. Dan karena aku bukanlah orang perenung, jadi sampai sangat lama sekali pemikiran itu meracuniku.

Hingga suatu saat dalam skenario yang maha sempurna yang diciptakan oleh dzat yang maha sempurna pula, beliau menyampaikan hidayah kepadaku.

Dia bisikkan kepadaku, "Jika ingin mengetaui sesuatu itu jangan setengahsetengah, cari tahu seutuhnya." Memang tak pernah ada yang mengatakan seperti itu, namun seolah tiba-tiba pikiran itu masuk ke dalam otakku. Dan menggerakkan seluruh tubuhku untuk mempelajari lebih banyak lagi.

Lalu Dia gerakkan pikiranku untuk memikirkan bagaimana aku ketika aku diberikan kemudahan, dan bagaimana ketika aku diberikan kesulitan.

Dan walhasil, ketika aku mendapatkan kemudahan, dan diberikan kelebihan, ternyata begitu mudahnya rasa sombong menjalar ke seluruh tubuhku, dan Allah tidak suka hambanya yang sombong. Namun ketika ditimpakan kepadaku musibahnya, kesulitannya sedikittt saja, begitu mudahnya diriku untuk putus asa. Dan Allah tidak menyukai hambanya yang putus asa.

Dan Allah lebih mengetahui kapasitas kita dari pada kita sendiri. Dan aku juga baru sadar ternyata itu semua adalah bagian dari bimbingan dari-Nya.

Dan salah satu pelajaran yang bisa saya ambil dari-Nya, yakni untuk terus senantiasa berjuang, menjalani semua skenario-Nya dengan sebaik-baiknya. Karena sesungguhnya Allah maha tahu seberapa kapasitas hambanya, dan Allah Maha Bijak.


Selengkapnya...

Saturday, 18 April 2009

Air Mengalir


Air mengalir sampai jauh, kata itu mungkin sudah melekat erat di telinga temen-temen. Namun dimana ya saya mendengar semua itu??? Itu adalah slogan dari iklan salah satu merek pipa. Namun bukan berarti aku ingin promosi pipa tersebut lho.

Yak langsung saja, ketika aku berfikir tenteang kehidupanku, masa laluku dan seluruh kehidupanku, lalu aku coba pikirkan sejenak, dan ternyata aku dapatkan filosofi air mengalir itulah yang paling cocok denganku. Dari sifat-sifatku, dari caraku menanggapi masalah, pokoke semua reaksiku terhadap semua yang terjadi pada diriku, kata itulah yang paling cocok.

Mungkin sebagian orang menganggapa kalau hidup seperti air mengalir itu sudah baik, dan akupun juga berfikir demikian dulu. Rasanya mengalir mengikuti semua arus yang ada disekitar, menerima apa yang kita dapatkan dan jika kita tidak mendapatkan harapan kita itu berarti bukan takdir kita untuk mendapatkannya. Benar-benar kehidupan yang penuh qonaah alias menerima.

Pada awalnya aku sudah merasa tenang dengan keadaanku itu, keadaan yang menurutku sudah nyaman dngan mengalirrrr saja mengikuti arus perubahan. Namun ketika aku mulai memijakkan kakiku didunia kampus, semua mulai terasa berbeda. Ketika aku mulai terpisah dengan orang tua, ketika tak ada lagi yang membatasi pergaulanku, ketika semua pilihan ada di tanganku. Kini semua bener-bener terasa.

Dilihat dari sisi manapun semua terlihat memburuk. Dilihat dari segi nilai, kalau dulu mulai SD sampai SMA diriku masih bisa berprestasi terus, mulai dari SD, aku tak pernah melepas gelar tiga besar di kelas, dan aku terlepas dari gelar juara satu hanya tiga kali selama di SD (wah sombong banget ya, afwan). Dan waktu SMP aku sempat mendapatkan juara satu di kelas, juara dua juga pernah, dan semasa SMP aku juga tak pernah lepas dari gelar sepuluh besar kelas. Namun diwaktu SMA sudah mulait eras berbeda, aku tak pernah lagi mendapat gelar sepuluh besar atau peringkat pertama atau apalah, karena semenjak SMA mulai tidak ada lagi sistem ranking. Jadi tidak ditampilkan siapa yang terbaik nilainya, boro-boro yang terbai, jumlah nilainya saja tidak dberikan. Namun disana aku masih masuk rata-rata atas di kelas. seburuk-buruknya nilai di SMAku dulu rasanya aku masih masuk di rata-rata atas, kadang aku sendiri juga kagum, karena aku semalam tidak belajar, dan pas pelajaran tak jarang aku tidur, namun waktu ujian kok bisa ya. Bahkan kadang aku juga jelasin pelajaran ke temen-temen sendiri di kelas, saat guruku belum datang, dan terlihat atensi temen-temen seperti mendengarkan pelajaran dari gurunya, bahkan terasa lebih.

Namun semua terasa berbeda ketika aku memijakkan kakiku di dunia kampus. Ketika harapan dan cita-cita dipertarungkan dengan kesenangan, ternyata kesenangan jauh lebih kuat dari cita-cita. Game, internet, komputer, selama ini telah membiusku, melupakanku pada tujuanku di sini. Kalau dari SD sampai SMA aku adalah orang yang selalu berprestasi, kini aku tak lebih dari sekedar sampah pendidikan, wong sing ngebak-ngbaki kuota tok. Aku hanya bisa mematahkan harapan satu orang pendaftar di universitas ini. Orang seperti apakah diriku??? Kalau temen-temen ketika habis ujian selalu melihat pengumuman remidi, maka aku orang yang tak pernah melihat papan itu, namun bikan berarti aku selalu bebas remidi, namun sebaliknya, kalau aku lihat papan itu pasti akan terpampang namaku di setiap mata kuliah.

Kalau dulu sungai hanya mengalir ke satu tujuan, mengalir menuju tujuan yang benar saja, karena jalur-jalur menuju ke tujuan-tujuan lain, jalur-jalur menuju jalan kegelapan sudah ditutup oleh bapak ibuku. Kini tak ada lagi yang membendung aliran sungai, dan terlihat begitu banyak percabangan, ketika benar memilih maka kesuksesan menanti. Namun ketika kebetulan arus yang membawaku ke jalan yang lain, maka sudah dapat dipastikan bakalan suram masa depan kita.

Dan kini baru aku sadari kalau tak selamanya mengikuti arus itu selalu baik. Kalau kita kebetulan berada dalam arus yang baik maka baiklah kita. Namun tak semua arus membaw akita pada kebaikan, apa lagi seiring dengan globalisasi zaman ini, semakin kuat arus-arus baru yang membawa menuju jalan yang tdak genah kemana tujuannya dan kemana arahnya, mendekatkan atau menjauhkan tujuan kita.

Namun aku juga belum tahu sejauh apa aku meninggalkan jalan kebenaran, sejauh apa aku meninggalkan jalan menuju tujuanku, masih bisakah aku kembali??? masih bisakah aku menggapai mimpi-mimpiku yang indah kulukiskan dulu???

Hidup ini seperti orang yang sedang bermain arung jeram dari hulu sungai ke hilir. Kita harus mengikuti aliran sungai untuk mencapai tujuan kita. Namun terkadang kita harus melawan arus untuk memilih jalan yang paling tepat, kadang kita harus memilih jalur yang paling tepat untuk menggapai tujuan. Jangan sampai jalur yang kita ambil ternyata melewati air terjun. Pilih jalur yang paling sesuai dengan diri kita untuk kita lewati. Dan yan gpaling penting, pilih jalur yang membawa kita menuju tujuan kita.



Selengkapnya...

Friday, 3 April 2009

Imam Samodra


Imam Samodra
Sukoharjo, 09-09-1988
Soko RT 04/III Madegondo, Grogol, Sukoharjo
Baca, Rihlah
085642175919
02717991344









Beliau aedalah orang yang memberi banyak pelajarna kepadaku tentang bagaimana cara hidup yang baik, bagaimana caranya untuk berinteraksi dengan orang-orang di sekitar kita. Dan Banyak pelajaran tentang pentingnya untuk saling tolong menolong dari Beliau. Ketika aku butuh bantuan apapun ketika beliau bisa mengusahakan, hampir bisa dipastikan bantuan akan datang. Bahkan termasuk yang banyak membantu mengusahakan dana untuk kuliahku beliau juga memegang peranan yang sangat penting disana
Selengkapnya...

100 Kawan


Kalau 100 tokoh mungkin sudah tak asing di telinga temen-temen, yang isinya tentang100 tokoh berpengaruh dimuka bumi, maka saya akan membuat catatan serupa namun isinya tentang, kawan-kawan yang berpengaruh dalam perubahan dalam hidupku.
Kalau 100 tokoh mungkin sudah tak asing di telinga temen-temen, yang isinya tentang100 tokoh berpengaruh dimuka bumi, maka saya akan membuat catatan serupa namun isinya tentang, kawan-kawan yang berpengaruh dalam perubahan dalam hidupku. Oran-orang di sekitarku yang pernah memberikan Pelajaran berharga dalam hidupku
Selengkapnya...

Thursday, 2 April 2009

Mimpi-mimpiku

Mungkin jika temtn-temen tahu siapa sebenernya diriku dan tahu orang seperti apakah aku, pasti temen-temen bakalan tertawa membacanya:
  1. Menjadi ikhwan sejati
  2. Lulus dengan Cumlaude
  3. Bisa kuliah mandiri
  4. Membuka usaha pulsa
  5. Mendapatkan IP semester terbaik Di kelas
  6. Menjadi Asisten Aljabar I
Selengkapnya...

Wednesday, 1 April 2009

Mimpiku


Kemarin pas lagi swipping komputer BEM dari data-data yang tidak layak tersimpan di Komputer BEM, tidak sengaja aku menemukan sebuah filem yang sangat luar biasa. Filem tersebut karya dari mahasiswa IPB yang digunakan untuk mengisi materi untuk adik-adik kelasnya. Filem tersebut berjudul seratus mimpi jadi nyata. Sungguh luar biasa sekali isinya.

Sebenernya isinya bukan filem gerak seperti pada umumnya, namun hanya kilasan foto-foto dan pesan-pesan yang sangat bermanfaat menurutku. Seteah menontonnya langsung semangatku naik. Meski hanya setelah menonton saja. Hehehe.

Mungkin suatu saat filemnya bakalan saya upload, namun tidak sekarang, karena sekarang koneksinya sendang lola (loadng Lama). Jadi kapan-kapan saja ya kaalu pengin liat juga filemnya. Yah mungkin resume singkatnya adalah suatu saat beliau menulisakan mimpi-mimpinya dalam kertas, karena jika hanya diingat, maka suatu saat kita pastia akan lupa, maka tuliskan mimpi-mimpimu dalam kertas. Lalu beliau menuliskan semua mimpi-mimpinya, meski tak jarang temen-temennya menertawakannya. Sehingga suatu saat mimpi-mimpinya kini berubah menjadi coretan-coretan, coretan-coretan karena telah tercapai. Sungguh sangat luar biasa Beliau ini.

Namun ketika saya ingin mengikutinya, ternyata mengeksplor mimpi-mimpi kita saja itu bukan perkara yang mudah. Ketika ku coba untuk eksplorasi mimpi, hmmm ternyata susahnya juga minta ampun, paling aku hanya bisa dapet berapa ya 10 saja susah. Karena mungkin aku adalah salah satu orang yang terbiasa mengalir saja mengikuti kemana hidup akan membawaku. Tak pernahmemikirkan bagaimana masa depanku, besok biar dipikirkan besok saja, pokoknya sekarang nikmati saja hidupku hari ini. Namun ketika persepsi itu aku biarkan, rasanya masa depanku bakalan buram di akhir, maka aku juga ingin mengikutinya. Mengikuti untuk menuliskan mimpi-mimpiku.

Dan mungkin inilah catatan-mimpi-mimpiku saat ini, dan aku akan terus menambahakan mimpiku ketika aku mendapatkan mimpi-mimpi yang baru. Agar suatu saat aku bisa teringat, bahwa aku pernah memimpikan ini.
Yup Langsung saja, mimpi-mimpiku saat ini:

  1. Menjadi ikhwan sejati
  2. Lulus dengan Cumlaude
  3. Bisa kuliah mandiri
  4. Membuka usaha pulsa
  5. Mendapatkan IP semester terbaik Di kelas

Ternyata tak mudah juga ya untuk mengeksplor mimpi itu. Hari ini aku baru dapat lima, semoga tulisanku hari ini bisa menjadikan pengingatku suatu saat ketika sedang lemah. ungkin teras tidak mungkin ini semua, namun tunggu saja suatu saat ketika mimpi-mimpi ini berubah menjadi coretan-coretan karena telah tercapai.
Selengkapnya...